Jenis – Jenis Penyakit Mata

Mata merupakan salah satu organ tubuh yang penting bagi kehidupan manusia, dengan indera penglihatan kita bisa menikmati keindahan dunia dan isi alam semesta. Mata juga merupakan organ vital yang cukup rentan terkontaminasi penyakit atau gangguan mata yang disebabkan oleh banyak faktor seperti diantaranya : polusi udara yang semakin meningkat membuat pembiasan mata sering terganggu, debu dan asap kendaraan atau asap rokok, kebiasaan buruk, infeksi, jamur dan gangguan mata lainnya.

Pada dasarnya penyakit mata tidak menular namun bila didiamkan dalam jangka waktu yang cukup lama akan berakibat buruk bahkan dapat menyebabkan kebutaan total.

Berikut ini adalah beberapa jenis gangguan atau penyakit mata yang mungkin sedang dan atau pernah kita alami, beserta gejala dan penyebabnya, diantaranya ialah :

1. Konjungtivitis

Penyakit mata jenis ini memang menular namun tidak berbahaya. Hal ini disebabkan karena adanya iritasi atau peradangan akibat infeksi pada bagian selalut-selaput yang melapisi mata. Gejalanya ditandai dengan : mata memerah, terasa nyeri atau perih, berair, gatal, panas, keluar banyak kotoran ( belekan ), penglihatan agak sedikit kabur. Penyebab dari penyakit mata konjungtivitis ini adalah karena iritasi, infeksi, virus, alergi misalnya terkena debu, asap, bulu mata yang sering jatuh dan angin, sering menggunakan lensa kontak, kurang menjaga kebersihan mata.

Pada jenis penyakit mata seperti ini tidak hanya mendera orang dewasa namun dapat mendera bayi atau balita. Jika pada bayi disebut Konjungtivitis Gonokokal. Jika pada bayi dapat disebabkan ketika bayi lahir melalui jalan lahir ( vagina ) dalam proses kelahiran secara normal, jalan lahir tidaklah steril dari kuman tertentu yang dapat menimbulkan infeksi dan dengan mudah pula bayi akan terkontaminasi infeksi atau virus yang berada di sekitar jalan lahir dan mengenai matanya. Oleh karenanya setiap bayi yang baru lahir dengan proses normal akan langsung diberikan tetesan obat mata atau salep antibiotika untuk membantu membunuh bakteri yang menyebabkan penyakit mata Konjungtivitis Gonokokal.

2. Kerato-Konjungtivitis Vernalis

Kerato-Konjungtivitis Vernalis merupakan jenis penyakit mata yang dikarenakan iritasi atau peradangan pada bagian kornea ( selaput bening ) akibat alergi sehingga menimbulkan rasa sakit. Gejala yang timbul sama dengan konjungtivitis, yakni mata merah, kelopak mata bagian bawah terlihat bengkak, berair, gatal dan mengeluarkan kotoran mata ( belekan ). Namun perbedaannya penyakit mata jenis ini merupakan penyakit mata musiman, terutama pada saat musim panas, biasanya penderita penyakit mata jenis ini akan mengalami kerusakan kecil pada bagian kornea yang menyebabkan nyeri akut.

3. Endoftalmitis

Endoftalmitis terjadi akibat infeksi pada lapisan mata bagian dalam dan membuat bola mata bernanah. Gejalanya berupa mata merah, nyeri bahkan sampai menganggu penglihatan. Hal ini dikarenakan mata tertusuk sesuatu seperti lidi atau benda yang menyebabkan mata terluka atau dalam bahasa sehari-hari dikenal dengan “kelilipan”. Namun bila didiamkan terus menerus dapat terjadi infeksi yang cukup berat karena bisa menyebabkan kebutaan.

4. Selulitis Orbitalis

Selulitis Orbitalis merupakan peradangan yang terjadi di sekitar jaringan bola mata. Gejalanya berupa mata merah, nyeri, kelopak mata bengkak, bola mata menonjol dan bengkak, serta penderita mengalami demam. Pada anak-anak sering terjadi akibat cedera mata, infeksi sinus atau infeksi yang berasal dari gigi. Hal ini dikarenakan syaraf mata dan syaraf gigi saling berhubungan. Pemeriksaan lebih lanjut dapat diketahui dengan melakukan rontgen gigi dan mulut atau CT Scan Sinus. Selulitis Orbitalis harus segera ditangani agar tidak berakibat fatal seperti kebutaan, infeksi otak atau pembekuan darah di otak. Untuk kasus yang tergolong ringan dapat diberikan antibiotika secara oral. Pada kasus berat diberikan antibiotika melalui pembuluh darah atau bahkan pembedahan untuk mengeluarkan nanah ataupun mengeringkan sinus yang terinfeksi.

5. Trakoma

Trakoma adalah infeksi mata yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis dan merupakan penyakit mata yang mudah menular. Bakteri tersebut mudah berkembang biak pada lingkungan yang kotor atau bersanitasi buruk ( lingkungan rumah ). Trakoma lebih sering menyerang anak-anak terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Trakoma dapat dipicu oleh penggunaan sapu tangan atau handuk yang sudah tercemari cirus atau bakteri Chlamydia. Gejala trakoma ialah mata memerah, belekan.

6. Blefaritis

Blefaritis adalah bagian dari bola mata yang memiliki lapisan air mata yang berfungsi melindungi bola mata dari iritasi atau peradangan. Blefaritis merupakan lapisan yang sangat halus yang terdiri dari 3 kelenjar, yakni kelenjar mnyak, kelenjar air, dan kelenjar lendir. Ketiga kelenjar tersebut menghasilkan air mata. Blefaritis merupakan suatu peradangan pada kelopak mata karena produksi kelenjar minyak yang semakin meningkat, namun tidak diketahui secara detail penyebab meningkatnya kelenjar minyak yang bersamaan dengan bakteri. Gejala blefaritis berupa mata merah, nyeri, panas, gatal, berair, ada luka di bagian kelopak mata dan membengkak, bahkan ada beberapa sampai terjadi kerontokan bulu mata.

Penyakit mata seperti Blefaritis terbagi menjadi 2 jenis, yakni :

a. Blefaritis anterior

Merupakan peradangan yang berada di luar kelopak mata bagian depan yakni tempat melekatnya bulu mata. Penyebabnya adalah bakteri stafilokokus.

b. Blefaritis posterior

Merupakan peradangan pada bagian dalam kelopak mata, yakni tempat dimana kelopak mata bersentuhan dengan mata. Penyebabnya adalah kelainan pada kelenjar minyak.

7. Dakriosistitis

Merupakan penyakit mata yang terjadi akibat penyumbatan yang terjadi pada duktus nasolakrimalis yakni saluran yang mengalirkan air mata ke hidung. Faktor penyebab adalah alergi yang menyebabkan saluran tersebut tersumbat. Akibatnya infeksi yang terjadi di sekitar kantung air mata sehingga menimbulkan rasa nyeri, mata memerah dan bengkak, bahkan sampai mengeluarkan nanah dan membuat penderita mengalami demam atau panas. Jika terjadi infeksi yang ringan dapat disembuhkan dengan gejala awal hanya mengalami pembengkakan, sedangkan yang parah akan menyebabkan kantong mata mengalami penebalan pada bagian atas, kemerahan bahkan sampai terbentuk kantung nanah.

8. Ulkus Kornea

Merupakan infeksi yang terjadi pada kornea bagian luar. Hal ini terjadi karena adanya jamur, virus, protozoa, bakteri stafilokokus, pseudomonas atau pneumokokus. Penyebab awalnya karena mata kelilipan atau tertusuk benda asing. Ulkus kornea berada di seluruh permukaan kornea sampai ke bagian dalam dan belakang kornea. Namun ulkus kornea yang semakin parah dapat menyebabkan komplikasi infeksi di bagian kornea lebih dalam, perforasi kornea (terjadi lubang), kelainan letak iris (selaput pelangi) dan kerusakan mata. Gejalanya mata merah, nyeri, gatal, berair, muncul kotoran mata, peka terhadap cahaya (photo phobia), pada bagian kornea tampak bintik nanah warna kuning keputihan, dan gangguan penglihatan.

Selain itu gangguan mata di atas, ada beberapa jenis penyakit mata lainnya yang harus kita waspadai, diantaranya adalah :

1. Presbyopia atau rabun dekat

Presbyopia atau rabun dekat yang banyak diderita pada seseorang yang telah berusia lanjut. Hal ini disebabkan karena kemampuan lensa mata untuk mencembung dan memipih serta membiaskan objek atau cahaya tak dapat bekerja maksimal untuk menangkap maupun melihat objek benda yang jauh maupun dekat. Namun penderita presbyopia dapat ditangani dengan lensa ganda yakni lensa minus dan lensa plus. Penderita presbyopia ini hampir sama dengan penderita hipermetropi namun perbedaannya penderita hipermetropi menggunakan lensa plus saja dan penderita hipermetropi ini adalah para usia lanjut.

2. Myopia atau rabun

Myopia atau rabun jauh merupakan kerusakan refraktif mata dimana objek atau cahaya benda berada di depan retina meski melihat dalam keadaan santai. Penderita myopia tidak mampu melihat objek atau benda dalam jarak jauh, hal ini disebabkan karena terjadinya perubahan bentuk lekung lensa mata atau kornea mata. Penderita myopia umumnya terjadi pada usia muda ( anak sekolah ), remaja dewasa yang memiliki tingkat minus lebih tinggi dan akan menurun ketika memasuki usia dewasa muda. Penderita myopia dapat dibantu dengan menggunakan lensa cekung ( lensa negatif ).

3. Glaukoma

Merupakan nama penyakit dari sekumpulan penyakit mata dimana terjadi kerusakan pada syaraf mata ( nervus opticus) yang letaknya di belakang mata sehingga mengakibatkan penurunan penglihatan pada tepi (perifer) dan berakhir pada kebutaan.

Hal-hal yang menyebabkan penyakit glaukoma, adalah :

- Meningkatnya tekanan di dalam bola mata yang diakibatkan terhambatnya peredaran darah atau pengaliran cairan ke bola mata, dalam arti cairan jernih yang membawa oksigen, gula dan nutrisi serat gizi penting lainnya ke bagian mata dan juga untuk mempertahankan bentuk bola mata.

- Ada pula pada sebagian penderita yang mengalami kerusakan syaraf mata disebabkan oleh persediaan darah yang kurang ke daerah yang penting pada jaringan nervus opticus

- Adanya kelemahan pada struktur dan masalah kesehatan lainnya dari jaringan syaraf mata.

4. Katarak

Merupakan jenis dari penyakit mata yang disebabkan oleh lensa mata yang berselaput, lensa mata berkeruh sehingga membuat mata menjadi rabun dan menghalangi jalannya cahaya. Pada umumnya penyakit katarak ini diawali dengan penderita menderita keburaman, kemudian sedikit demi sedikit kehilangan penglihatan bahkan sampai menyebabkan kebutaan total. Katarak lebih banyak dialami pada seseorang yang memasuki usia 50-60 tahun keatas dan lebih banyak diderita pria yang berusia lanjut.

5. Ablasio retina

Merupakan suatu keadaan lepasnya retina sensoris dari epitel pigmen retina (RIDE). Jenis penyakit mata ini dapat dikatakan lanjutan dari penyakit rabun jauh (myopia). Ablasio retina dapat menyerang siapa saja dan berapa pun usianya, meski kebanyakan terjadi pada seseorang yang berusia setengah baya atau lebih tua. Ablasio retina ini memiliki kemungkinan yang cukup besar pada penderita rabun jauh dan seseorang yang memiliki anggota keluarga yang mungkin pernah mengalami ablasio retina ini. Ablasio retina disebabkan oleh penyakit mata lainnya, seperti tumor, peradangan hebat, trauma atau komplikasi dari diabetes. Ablasio retina bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan cacat penglihatan atau kebutaan permanen.

6. Xerophtalmia atau xerosis

Merupakan penyakit mata yang disebabkan oleh keringnya konjungtiva pada kornea mata akibat kekurangan vitamin A. Salah satu gejala awal dari penyakit ini adalah rabun senja, berkurangnya kemampuan melihat pada saat hari senja.

7. Rabun senja atau rabun ayam (nyctalopia)

Merupakan suatu penyakit mata yang membuat penderita kesulitan melihat karena kekurangan sumber cahaya. Hal ini disebabkan oleh luka, kekurangan vitamin A atau sejak lahir.

8. Astigmatis

Astigmatis atau yang lebih dikenal dengan Penyakit mata silinder disebabkan ketidakteraturan lengkung-lengkung permukaan yang membiaskan mata tidak terpusatkan cahaya pada satu titik yang berada di selaput jala ( retina ) mata.

Astigmatis atau Silinderis dibagi menjadi 2 jenis, yakni :

a. Astigmatis kornea, yakni ketidakteraturan lengkung atau daya bias kornea

b. Astigmatis lensa, yakni ketidakteraturan lengkung atau daya bias lensa mata

Pada umumnya penderita astigmatis atau silinderis ini dapat membuat penderita tidak mampu membaca, melihat objek benda dalam jarak jauh apabila tidak dibantu dengan lensa silinderis objek benda akan terlihat kabur atau samar-samar dan objek benda terlihat lebih kecil dari aslinya.

Penderita mata astigmatis atau silinderis ini merupakan peradaban dari miopia, karena penderita miopia memiliki kemungkinan yang cukup besar menderita astigmatis. Penderita astigmatis ini dapat dibantu penglihatannya dengan menggunakan lensa silinderis atau lensa kontak dan atau melakukan operasi kecil refraktif.


=====================================

>>> Kapsul Billberry Eyebright Plus Mengatasi dan Mengobati Macam-macam Penyakit Mata Seperti Penyakit Mata Katarak, Glaukoma, Rabun Jauh, Rabun Dekat, Klik Detail Disini!
=====================================
This entry was posted in Penyakit Mata and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>